Okay...now out of the usual topic,kali ini isinya ga akan curhat2an,walaupun bakal ada dikit-dikit anggap aja bumbunya.
Dulu, pokoknya dulu...:) Saya sedang menjalani praktikum saya di sebuah sekolah, terus waktu itu ada acara open house, di situ ada kayak booth-booth gitu untk craft, ada face painting, ada clay dan masih banyak lainnya tapi ada satu yang paling menarik perhatian aku yaitu paper quilling.
Paper qulling ini adalah salah satu jenis kerajinan dari kertas warna-warni menjadikannya menjadi suatu karya yang unik dan menurutku sih bagus. Cuma butuh ketekunan, tapi kalo udah tau dasarnya ujung2nya bakal addict kayak aku dulu, tapi karna kesibukan sempat terkubur. Terus udah selesai skripsi gini, masih nunggu sidang agak bosan jadilah saya kembali ke kesibukan itu,,
Gampang aja bikinnya, dan tidak perlu biaya yang mahal, kamu cuma butuh kertas asturo yang udah dipotong, boleh potong sendiri ada juga yang dijual khusus untuk paper quilled tapi agak mahal sih, gunting, lem sama alat buat quillingnya, kalo ga punya pake jari jemari yang powerful milikmu juga bisa, atau malah diganti pake toothpick :) Gampang kan...Bisa googling kalo penasaran...:)
Ini gambar yang dulu pertama kali aku liat dibuat sama ibu yang ngajarin:
Ini gambar yang aku liat dibuat sama ibunya yang akhirnya menginspirasi untuk bikin sendiri.:)
terus akhirnya belajar bikin sendiri,beli kertas, lem, terus berjuang potong sendiri baru kemudian berhasil bikin walaupun masih awam dan ga ahli...hahaha
Nah yang itu di atas karya pertama aku,,,jelek ya????maklum aja...kalo ada yang bilang bagus ya makasih deh,,,:)
Now let's start work it out again,,,the long long ago hobby come up again...
yukk share pengalaman kalian dengan seni menggulung-gulung kertas ini...
Ada juga yang menjadikan ini jadi pekerjaan sampingan loh dan dapat income..
Kamu juga pasti bisa at least memberikan something speasil untuk orang-orang yang kamu kasihi dengan hasil karya kamu sendiri..:)
Tertarik??Yuk mareee...:D
Welcome readers!
Welcome to the varies of information about my writing and my thoughts in this blog! Enjoy! Semoga menjadi berkat dan tidak usah ragu untuk menuliskan komentar Anda! God bless you!
Minggu, 25 Maret 2012
Minggu, 18 Maret 2012
Stay health! Stay Fresh with Pudding!
Hmmm...siapa sih yang gak tergoda dengan gambar-gambar puding di atas. Makanan ini selain relatif murah juga gampang dibuatnya, meskipun ga selalu sih...Tapi kebanyakan jenis pudding bikinnya ga terlalu ribet. Selain warnanya dan tampilan yang menarik rasanya juga enak di lidah. Enak di lidah tapi belum tentu enak di badan atau untuk kesehatan, tapi untuk jenis makanan yang satu ini Anda tidak perlu khawatir karna selain enak di lidak juga baik untuk kesehatan karena berbahan dasar agar-agar yang terbuat dari rumput laut (gracilaria sp atau gelidium sp)tentu saja jika Anda mengkonsumsi dalam porsi yang tepat.
Menurut beberap penelitian, berikut ini ada beberapa manfaat mengkonsumsi pudding bagi tubuh anda:
Antikanker Penelitian Harvard School of Public Health di Amerika mengungkap, wanita premenopause di Jepang berpeluang tiga kali lebih kecil terkena kanker payudara dibandingkan wanita Amerika. Hal ini disebabkan pola makan wanita Jepang yang selalu menambahkan rumput laut di dalam menu mereka.
Antioksidan Klorofil pada gangang laut hijau dapat berfungsi sebagai antioksidan. Zat ini membantu membersihkan tubuh dari reaksi radikal bebas yang sangat berbahaya bagi tubuh.
Mencegah Kardiovaskular Para Ilmuwan Jepang mengungkap, ekstrak rumput laut dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Bagi pengidap stroke, mengkonsumsi rumput laut juga sangat dianjurkan karena dapat menyerap kelebihan garam pada tubuh.
Makanan Diet Kandungan serat(dietary fiber) pada rumput laut sangat tinggi. Serat ini bersifat mengenyangkan dan memperlancar proses metabolisme tubuh sehingga sangat baik dikonsumsi penderita obesitas. Karbohidratnya juga sukar dicerna sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama tanpa takut kegemukan. Agar-agar adalah makanan penyelamat bagi orang yang bermasalah dengan kegemukan.
Jadi sekarang Anda sudah tidak penasaran lagi kan akan manfaat puding bagi Anda?
Konsumsilah dalam jumlah yang tepat untuk tubuh Anda
Stay helath! Stay fresh with pudding, karena memang biasanya setelah mengkonsumsi puding, tubuh kita akan lebih segar.....slruuupppp.....^---^
Selamat mencoba..:D
Sabtu, 17 Maret 2012
Can I have any Extension?
Malam ini seperti biasa saya berangkat ibadah pemuda, ada acara nonton bareng salah satu film terbaik yang pernah saya tonton *anyway ini ga akan bahas tentang film itu :)
Setelah bubar, dalam perjalanan pulang saya bersama dengan dua orang teman saya, akrabnya dipanggil Wira dengan Octa. Singkat cerita sampai pada kalimat "iya...nanti itu *kidung pujian* aku update sebelum aku meninggalkan kalian!"
Refleks ekpresi wajahnya berubah, terus curiously asking " mau kemana? emang mau kemana?" Terus, saya gak langsung jawab, senyum-senyum dulu baru kemudian bilang "mau melalangbuana ta, masa di Tangerang melulu" Lalu dia bilang "ihhhh jangan pergi dong....minta extension dong....ayolah jangan pergi" Saya dan Wira tersenyum melihat tingkah aneh teman ini karena nyaris sepanjang perjalanan dia cuma bilang "jangan pergi dong, emang ga bisa disini-sini aja, ekstension dong..." *I know you will miss me ta,,,,LoL...:)
Anyway, setelah sampai di kamar saya berpikir seandainya iya boleh ekstension, seandainya bisa memilih, mungkin saya juga bingung akan memutuskan memilih dimana. By the way, ceritanya sekarang saya aka segere lulus dan segera akan ditempatkan untuk mengajar di tempat yang saya sendiri belum tau dimana *mohon doanya para pemirsah,,*
Saya berpikir, ketika Tuhan sudah berikan saya kesempatan untuk melayani akankah saya menyia-nyiakan? Ada terlalu banyak hal yang saya harus syukuri sepanjang hidup saya dan saya yakin there are still lots of them for the days ahead. Ketika Tuhann mau saya untuk melayani Dia dan Dia berikan saya kemampuan bukankah itupun adalah suatu anugerah? Dan ketika Tuhan memanggil saya akan seperti apa respon saya? Bisakah saya mengatakan pada Tuhan "Tuhan jangan sekarang dong" atau "Tuhan bolah ekstension ga, perpanjangan dong menikmati yang sekarang, nanti dulu perginya"
Saya pikir, mungkin sebagai manusia pasti ada saat dimana kita sangat tidak ingin keluar dari zona dimana kita sudah sangat merasa nyaman bersama dengan keluarga, teman-teman dan saudara-saudara kita. Tapi untuk melayani Tuhan menurut saya ada harga yang harus dibayar dan tidak ada kata tunda. Saya teringat ketika Tuhan memanggil Petrus dan Andreas yang adalah penjala ikan untuk menjadi penjala manusia, Tuhan berkata "come and follow me", lalu merekapun SEGERA meninggalkan jalanya dan mengikut Dia. Mereka tidak berkata "sebentar Tuhan aku ingin pamitan kepada keluarga ku terlebih dahulu" atau mungkin "aduh Tuhan ini udah nyaman jadi penjala ikan, kenapa harus ikut Tuhan jadi penjala manusia?"
Saya pikir, Petrus dan Andreas tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi mereka meilih untuk taat. Teringat kembali pembicaraan dalam perjalanan pulang ketika teman saya ini bertanya kepada Wira "emang itu harus ya? Gak boleh milih? Terus dengan tersenyum dia menjawab "ada dua pilihan, pilihan untuk taat dan pergi atau tidak taat"
Ya,,,ada pilihan memang tapi saya pikir adalah bijak untuk memilih untuk taat. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, kita tidak tahu apa rencana Tuhan tapi ketika Dia memanggil anda untuk menjadi penjala manusia kemanapun SEGERAlah...jangan menunda-nunda...jangan menyangkalinya dan seolah-olah tidak mendengar suaraNya. Tidak ada ekstension,,,,kecuali anda membuat ekstension pribadi yang kemudian akan membuahkan penghasilan. Pilihlah untuk SEGERA taat ketika Ia memanggil kita dan setialah sampai pada kesudahannya. Saya pribadi masih terus bergumul dengan hal ini tapi yang pasti Tuhan bisa pakai segala sesuatu untuk kemuliaanNya karena memang hanya Dialah yang patut dimuliakan, dan ketika Dia memakai Anda bersyukurlah, segeralah, jangan menunda-nunda, jangan mencari-cari alasan untuk berpaling. Ketika Ia memanggil Ia juga yang akan memampukan ketika Anda mau untuk terus bergantuk kepadaNya dan percaya atas kemahakuasaanNya hingga pada akhirnya kita dapat berkata "Here I am Lord, Send me, Use me!"
Solideo Gloria!
Setelah bubar, dalam perjalanan pulang saya bersama dengan dua orang teman saya, akrabnya dipanggil Wira dengan Octa. Singkat cerita sampai pada kalimat "iya...nanti itu *kidung pujian* aku update sebelum aku meninggalkan kalian!"
Refleks ekpresi wajahnya berubah, terus curiously asking " mau kemana? emang mau kemana?" Terus, saya gak langsung jawab, senyum-senyum dulu baru kemudian bilang "mau melalangbuana ta, masa di Tangerang melulu" Lalu dia bilang "ihhhh jangan pergi dong....minta extension dong....ayolah jangan pergi" Saya dan Wira tersenyum melihat tingkah aneh teman ini karena nyaris sepanjang perjalanan dia cuma bilang "jangan pergi dong, emang ga bisa disini-sini aja, ekstension dong..." *I know you will miss me ta,,,,LoL...:)
Anyway, setelah sampai di kamar saya berpikir seandainya iya boleh ekstension, seandainya bisa memilih, mungkin saya juga bingung akan memutuskan memilih dimana. By the way, ceritanya sekarang saya aka segere lulus dan segera akan ditempatkan untuk mengajar di tempat yang saya sendiri belum tau dimana *mohon doanya para pemirsah,,*
Saya berpikir, ketika Tuhan sudah berikan saya kesempatan untuk melayani akankah saya menyia-nyiakan? Ada terlalu banyak hal yang saya harus syukuri sepanjang hidup saya dan saya yakin there are still lots of them for the days ahead. Ketika Tuhann mau saya untuk melayani Dia dan Dia berikan saya kemampuan bukankah itupun adalah suatu anugerah? Dan ketika Tuhan memanggil saya akan seperti apa respon saya? Bisakah saya mengatakan pada Tuhan "Tuhan jangan sekarang dong" atau "Tuhan bolah ekstension ga, perpanjangan dong menikmati yang sekarang, nanti dulu perginya"
Saya pikir, mungkin sebagai manusia pasti ada saat dimana kita sangat tidak ingin keluar dari zona dimana kita sudah sangat merasa nyaman bersama dengan keluarga, teman-teman dan saudara-saudara kita. Tapi untuk melayani Tuhan menurut saya ada harga yang harus dibayar dan tidak ada kata tunda. Saya teringat ketika Tuhan memanggil Petrus dan Andreas yang adalah penjala ikan untuk menjadi penjala manusia, Tuhan berkata "come and follow me", lalu merekapun SEGERA meninggalkan jalanya dan mengikut Dia. Mereka tidak berkata "sebentar Tuhan aku ingin pamitan kepada keluarga ku terlebih dahulu" atau mungkin "aduh Tuhan ini udah nyaman jadi penjala ikan, kenapa harus ikut Tuhan jadi penjala manusia?"
Saya pikir, Petrus dan Andreas tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi mereka meilih untuk taat. Teringat kembali pembicaraan dalam perjalanan pulang ketika teman saya ini bertanya kepada Wira "emang itu harus ya? Gak boleh milih? Terus dengan tersenyum dia menjawab "ada dua pilihan, pilihan untuk taat dan pergi atau tidak taat"
Ya,,,ada pilihan memang tapi saya pikir adalah bijak untuk memilih untuk taat. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, kita tidak tahu apa rencana Tuhan tapi ketika Dia memanggil anda untuk menjadi penjala manusia kemanapun SEGERAlah...jangan menunda-nunda...jangan menyangkalinya dan seolah-olah tidak mendengar suaraNya. Tidak ada ekstension,,,,kecuali anda membuat ekstension pribadi yang kemudian akan membuahkan penghasilan. Pilihlah untuk SEGERA taat ketika Ia memanggil kita dan setialah sampai pada kesudahannya. Saya pribadi masih terus bergumul dengan hal ini tapi yang pasti Tuhan bisa pakai segala sesuatu untuk kemuliaanNya karena memang hanya Dialah yang patut dimuliakan, dan ketika Dia memakai Anda bersyukurlah, segeralah, jangan menunda-nunda, jangan mencari-cari alasan untuk berpaling. Ketika Ia memanggil Ia juga yang akan memampukan ketika Anda mau untuk terus bergantuk kepadaNya dan percaya atas kemahakuasaanNya hingga pada akhirnya kita dapat berkata "Here I am Lord, Send me, Use me!"
Solideo Gloria!
Kamis, 15 Maret 2012
The Meaning of Being A Teacher
Apa kesan pertama anda ketika mendengar kata guru? Apa respon orang-orang di sekitar anda ketika bertanya hendak jadi apa kau kelak? Lalu dengan polos tapi pasti Anda menjawab "a teacher!" Jawaban itu singkat namun wajah anda menunjukkan kepastian. Atau malah menjadi guru adalah salah satu hal yang paling anda hindari. Mungkin di dalam pikiran kita menjadi seorang dokter, insinyiur, arsitek, menteri, direktur dan berbagai macam pekerjaan lainnya jauh lebih baik dibandingkan dengan anda menjadi seorang guru. Atau at least, ketika pun pada akhirnya Anda harus "terjebak" dalam pilihan menjadi seorang guru, mungkin ketika orang bertanya anda akan berusaha untuk menghindari mengatakan bahwa anda akan menjadi guru. Well, saya tidak sedang menjudge bahwa semua orang seperti ini, but at least ini hasil yang sudah saya tanyakan kepada sesama teman-teman saya di mahasiswa keguruan. Bahkan yang lebih ironis, ketika kita memandang bahwa menjadi seorang guru SMP atau SMA itu adalah lebih baik dibandingkan menjadi guru SD, TK atau Playgroup.
Namun, saya mau kembali mengajak kita melihat ke belakang, lebih tepatnya refleksi. Pernahkah anda membayangkan akan jadi apa dunia ini tanpa seorang guru? Akan jadi apa Indonesia ke depan ketika tak banyak lagi orang yang mau menjadi guru. Saya termasuk orang yang terisnpirasi untuk menjadi guru dari kedua orangtua saya yang keduanya adalah guru SD di salah satu sekolah negeri di dusun kecil di Sumatera Utara. Apakah saya terinspirasi karena mereka memiliki penghasilan yang banyak? Tenntu tidak, karena pada kenyataannya keluarga saya hidup dalam kesederhanaan. Apakah karena orangtua saya mendapatkan banyak free time sementara gaji pokok tetap berjalan? Bukan, karena saya melihat komitmen orangtua saya atas apa yang menjadi pekerjaannya saat ini.
Lalu, apa yang membuat saya ingin menjadi guru? Dulu, saya ingin menjadi guru karena orangtua saya, guru saya mengatakan satu kalimat yang bagi saya menginspirasi dan membuat saya memantapkan diri menjadi guru. Kalimatnya seperti ini "kalau tidak ada guru, maka profesi lain juga mungkin akan tidak ada." Siapa yang mengajar presiden, menteri, dan orang-orang hebat lainnya? Akan menjadi hebatkah dia tanpa ada guru? Jawaban yang muncul di benak saya saat itu tidak.
Hingga pada akhirnya saya memasuki dunia perkuliahan untuk dibentuk dan dididik menjadi guru, saya semakin menyadari betapa bangsa ini membutuhkan guru. Guru yang seperti apa? Guru yang sekedar pintar kontentkah? Yang sekedar hebat menerapkan metode-metode pengajarankah sehingga siswa tidak bosan selama pelajaran? Guru yang bagaimana? Ada pepatah yang mengatakan bahwa "to teach is to touch the child life forever." Artinya, mengajar bukan sekedar butuh kepintaran, and well in fact we learn new things everyday from our students tapi lebih daripada itu, mengajar itu bagaimana kita dapat membagi hidup dengan anak-anak didik. Bukan hanya pengetahuan yang kita ajarkan, tapi komitmen dan karakter. Ketika kita menjadi guru, maka secara langsung atau tidak kita mengatakan kepada siswa "come and follow me" Tirulah aku, nak! Aku gurumu!" Lalu, hal seperti apa yang akan mereka tiru dari anda sebagai guru? Guru seperti apa yang mereka ikuti? Akan terbentuk dengan baik kah karakter siswa ketika gurupun tak memiliki karakter yang baik? akan berintegritaskah siswa ketika guru pun tak punya integritas? Akan menghargai oranglain kah siswa ketika mereka memiliki guru yang tidak bisa menghargai murid?
Saya pikir, salah satu pergumulan besar bangsa kita. Kita butuh guru yang bukan hanya sekedar tau banyak teori tapi tidak ada prakteknya. Kita butuh guru yang perkataan dan perbuatannya sejalan. Kita butuh guru yang mau berbagi hidup mereka dengan murid, bukan karena dia guru yang sempurna tapi dia ingin muridnya kelak berjalan dalam kebenaran. Kita butuh guru yang mampu menghargai setiap siswa sebagai pribadi yang unik dan berharga, guru yang bukan sekedar mengajar karena terjebak sebab tidak ada pilihan lain, namun karena dia benar-benar rindu untuk melihat ada perubahan di dalam generasi selanjutnya. Guru yang terlebih dahulu mentransformasi dirinya sebelum mentransformasi kehidupan setiap siswanya.Itulah artinya untuk menjadi guru!
Selamat menjadi guru yang menjadi inspirasi bagi siswa anda!
The mediocre teacher tells.
The good teacher explains.
The superior teacher demonstrates.
The great teacher inspires.
~William Arthur Ward
Namun, saya mau kembali mengajak kita melihat ke belakang, lebih tepatnya refleksi. Pernahkah anda membayangkan akan jadi apa dunia ini tanpa seorang guru? Akan jadi apa Indonesia ke depan ketika tak banyak lagi orang yang mau menjadi guru. Saya termasuk orang yang terisnpirasi untuk menjadi guru dari kedua orangtua saya yang keduanya adalah guru SD di salah satu sekolah negeri di dusun kecil di Sumatera Utara. Apakah saya terinspirasi karena mereka memiliki penghasilan yang banyak? Tenntu tidak, karena pada kenyataannya keluarga saya hidup dalam kesederhanaan. Apakah karena orangtua saya mendapatkan banyak free time sementara gaji pokok tetap berjalan? Bukan, karena saya melihat komitmen orangtua saya atas apa yang menjadi pekerjaannya saat ini.
Lalu, apa yang membuat saya ingin menjadi guru? Dulu, saya ingin menjadi guru karena orangtua saya, guru saya mengatakan satu kalimat yang bagi saya menginspirasi dan membuat saya memantapkan diri menjadi guru. Kalimatnya seperti ini "kalau tidak ada guru, maka profesi lain juga mungkin akan tidak ada." Siapa yang mengajar presiden, menteri, dan orang-orang hebat lainnya? Akan menjadi hebatkah dia tanpa ada guru? Jawaban yang muncul di benak saya saat itu tidak.
Hingga pada akhirnya saya memasuki dunia perkuliahan untuk dibentuk dan dididik menjadi guru, saya semakin menyadari betapa bangsa ini membutuhkan guru. Guru yang seperti apa? Guru yang sekedar pintar kontentkah? Yang sekedar hebat menerapkan metode-metode pengajarankah sehingga siswa tidak bosan selama pelajaran? Guru yang bagaimana? Ada pepatah yang mengatakan bahwa "to teach is to touch the child life forever." Artinya, mengajar bukan sekedar butuh kepintaran, and well in fact we learn new things everyday from our students tapi lebih daripada itu, mengajar itu bagaimana kita dapat membagi hidup dengan anak-anak didik. Bukan hanya pengetahuan yang kita ajarkan, tapi komitmen dan karakter. Ketika kita menjadi guru, maka secara langsung atau tidak kita mengatakan kepada siswa "come and follow me" Tirulah aku, nak! Aku gurumu!" Lalu, hal seperti apa yang akan mereka tiru dari anda sebagai guru? Guru seperti apa yang mereka ikuti? Akan terbentuk dengan baik kah karakter siswa ketika gurupun tak memiliki karakter yang baik? akan berintegritaskah siswa ketika guru pun tak punya integritas? Akan menghargai oranglain kah siswa ketika mereka memiliki guru yang tidak bisa menghargai murid?
Saya pikir, salah satu pergumulan besar bangsa kita. Kita butuh guru yang bukan hanya sekedar tau banyak teori tapi tidak ada prakteknya. Kita butuh guru yang perkataan dan perbuatannya sejalan. Kita butuh guru yang mau berbagi hidup mereka dengan murid, bukan karena dia guru yang sempurna tapi dia ingin muridnya kelak berjalan dalam kebenaran. Kita butuh guru yang mampu menghargai setiap siswa sebagai pribadi yang unik dan berharga, guru yang bukan sekedar mengajar karena terjebak sebab tidak ada pilihan lain, namun karena dia benar-benar rindu untuk melihat ada perubahan di dalam generasi selanjutnya. Guru yang terlebih dahulu mentransformasi dirinya sebelum mentransformasi kehidupan setiap siswanya.Itulah artinya untuk menjadi guru!
Selamat menjadi guru yang menjadi inspirasi bagi siswa anda!
The mediocre teacher tells.
The good teacher explains.
The superior teacher demonstrates.
The great teacher inspires.
~William Arthur Ward
Rabu, 10 November 2010
Menjadi Kristen Adalah....
Menjadi kaya, bukan untuk menjadi sombong,
Tapi untuk bisa lebih berbagi dan makin rendah hati.
Menjadi kuat, bukan untuk menganggap yang lain lemah,
Tapi untuk bisa menguatkan yang lain.
Menjadi benar, bukan untuk merasa paling benar dan mengannggap yang beda adalah sesat,
Tapi menjadi cahaya kebenaran lewat perbuatan dan perkataan.
Menjadi miskin bukan untuk menjadi pengemis,
Tetapi untuk menjadi semakin terbuka akan kekayaan rohani.
Menjadi lemah bukan untuk menjadi rapuh dan lumpuh,
Tetapi untuk menjadi semakin sadar kebutuhan akan kasih karunia Allah.
Menjadi “orang berdosa” bukan untuk merasa diri tidak pantas menjadi anak-anak-Nya,
Tetapi untuk semakin rendah hati di hadapan Allah.
Tapi untuk bisa lebih berbagi dan makin rendah hati.
Menjadi kuat, bukan untuk menganggap yang lain lemah,
Tapi untuk bisa menguatkan yang lain.
Menjadi benar, bukan untuk merasa paling benar dan mengannggap yang beda adalah sesat,
Tapi menjadi cahaya kebenaran lewat perbuatan dan perkataan.
Menjadi miskin bukan untuk menjadi pengemis,
Tetapi untuk menjadi semakin terbuka akan kekayaan rohani.
Menjadi lemah bukan untuk menjadi rapuh dan lumpuh,
Tetapi untuk menjadi semakin sadar kebutuhan akan kasih karunia Allah.
Menjadi “orang berdosa” bukan untuk merasa diri tidak pantas menjadi anak-anak-Nya,
Tetapi untuk semakin rendah hati di hadapan Allah.
Kamis, 28 Oktober 2010
Dipertemukan dalam waktunya Tuhan
Hari ini di status salah satu jejaring sosial yaitu facebook saya iseng-iseng membuat status yang berisi kutipan salah satu lagu Indonesi yaitu "SINGLE HAPPY." Sebenernya kalo menurutku nggak terlalu kontroversial juga itu status (apa coba??hehhehe). Aku hanya menuliskan "Aku baik-baik saja menikmati hidup yang aku punya", and just it. Eh,,,nggak berapa lama ada yang ngelike dan nggak lama kemudian ada yang comments. Ada dua orang temen yang cooment. Intinya, yang satu orang nyambung lagunya, "Berteman dengan siapa saja, I"M SINGLE AND VERY HAPPY!." Nah,,,muncul lah teman yang satu lagi comment dalm bentuk pertanyaan "Curhat ya tris?" Satu sisi aku geli membaca pertanyaan ini dan iseng-iseng aku jawab,"yah,,,curcol dikit gapapalah!." hehehehhe
Namun disisi lain aku berkata dalam hati seandainya pun itu awalnya adalah dengan tujuan iseng, namun satu hal yang harus dipegang yang pasti adalah kita diciptakan untuk menjalankan mandat budaya. Tuhan menciptakan ita untuk menjalankan mandat budaya itu artinya nggak boleh selamanya single, ^__^
Ya kalau dipikir-pikir emang seperti itu, persoalan pasangan hidup merupakan hal yang sangat krusial dan penting. Nggak seorangpun di dunia ini yang mau memilih pasangan asal-asalan. Nggak satupun di dunia ini mau salah dalam memilih pasangan hidup. Semua pasang standard, mulai dari pendidikannya, status ekonominya, asal keluarganya, sukunya, agamanya, bahkan fisiknya dan yang lainnya. Namun, satu hal yang selalu saya pegang adalah siapapun itu yang bakalan Tuhan pilihkan untuk menjadi pasangan hidupmu, menjadi pendampingmu biarlah dia adalah orang yang Tuhan pilihkan untukmu dan mencintai Tuhan lebih darimu dan dari keluarganya. Memprioritaskan Tuhan sebagai nomor satu dalam hidupnya. Dan biarlah Tuhan pertemukan dalam waktunya Tuhan, dengan orang yang tepat yang Tuhan tentukan, bukan yang kumau tapi yang Tuhan mau.Mungkin bukan sekarang, bukan hari ini, bukan besok, bukan lusa atau bulan depan. Bukan tahun ini atau tahun depan, tapi yang pasti suatu saat. Pekalah!!:) Bukan berarti tidak diperlukan usaha, selalu harus ada usaha dan pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu.
Selamat menanti pria/wanita pilihan Tuhan untukmu !
Tuhan memberkati!
SOLIDEO GLORIA...^___^
Rabu, 27 Oktober 2010
bumi ku kembali menangis
ini salah satu karya teman saya bernama Natalia ketika gempa dan tsunami di Kep. Mentawai, gunung meletus di Jogjakarta dan Banjir di sekitar JABODETABEK.
Mari berdoa untuk Indonesia.
It's not about what we get but it's all about what we give!
Berbuatlah untuk Indonesia..
Bangkitlah Indonesiaku...
by Dechy Ndhie on Wednesday, October 27, 2010 at 3:05pm
miris melihat yang terpampang di depan mata
bumi ku INDONESIA kembali menangis
luka yang sama kembali tertoreh
apa daya, tangan tak sampai tuk meraih
cobalah sejenak pejamkan mata
coba selami yang terdalam
dari air mata yang masih terus mengalir
yang ntah kapan akan terhapuskan,
atau hanya akan mengering terbawa angin?
langit bumiku kembali meredup
setetes asa untuk tetap berdiri kokoh
meski harus menahan sakitnya berdiri di atas puing
dan di atas panas yang tak kunjung reda
usap air mata yang masih menetes
langit baru menanti di ufuk timur
hari masih panjang
harapan tak akan pernah pudar
Langganan:
Postingan (Atom)






